Djakarta Nexus - gempa dengan daya 7,7 skala richter menghantam provinsi Kahramanmaras, Turki pada dini hari 6 Februari.
Mengutip Turkish Disaster anda Emergency Management Authority atau AFAD, gempa bumi di Turki telah menelan korban tewas sekitar 12.391 orang.
Sedangkan koran Turki, mengutip lembaga yang sama, mengabarkan bahwa jumlah korban akibat gempa Turki mencapai 63.000 orang.
Di tengah bencana gempa Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan gempa tersebut merupakan yang terbesar sejak tahun 1939. gempa mengguncang Turki selama tiga hari.
Seorang ahli seismologi Turki, Profesor Dogan Perincek mengatakan kepada sputniknews.com setelah gempa dahsyat di Kahramanmaras.
"Ini adalah tragedi besar. gempa bumi ini berdampak pada area yang sangat luas -470 km (dengan diameter). Sebagai perbandingan, panjang laut Marmara sekitar 250 km. Ini berarti area yang terkena dampak gempa hampir dua kali lipatnya. gempa susulan setelah gempa mencapai 6,6 SR, hampir sama dengan gempa utama. Dari segi magnitudo, ini mungkin merupakan gempa bumi pertama dari jenisnya di Turki. Kami telah mengalami sejumlah gempa bumi di patahan tektonik. Sebagai contoh, gempa bumi Erzincan berkekuatan 7,9 SR, tetapi wilayah yang terdampak jauh lebih kecil," kata Profesor Dogan Princek yang dikutip oleh djakartanexus.com dari sputniknews.com, pada, 10/02/2023.
Menurut Perincek, gempa ini berdampak ke area yang lebih luas karena pusat gempa terletak pada dua patahan tektonik antara celah laut mati dan patahan Anatolia Timur saling bertemu. Kahramanmaras terletak pada patahan ini.
Baca Juga: Kenangan Presiden Jokowi dengan Insan Pers dan Kontroversi Hari Pers Nasional Indonesia
Dengan demikian, gempa bumi terjadi pada pertemuan dua patahan ini memiliki kekuatan yang merusak. Ini merupakan situasi yang tidak biasa.
"Selama 10 hari terakhir saya telah mencatat peningkatan aktivitas seismik di Canakkale dari sisi Laut Marmara. Selama lebih dari 10 tahun, saya telah memantau dan menganalisis aktivitas seismik setiap hari dengan peta khusus. Selama tiga tahun saya telah memprediksi gempa bumi di Canakkale (sebuah kota pelabuhan di pesisir Dardanelles). gempa bumi di daerah ini terjadi sekitar 250 tahun sekali dan berkekuatan 7 SR. Terakhir kali terjadi gempa bumi adalah 287 tahun yang lalu. Waktunya telah tiba, bisa saja terjadi gempa setiap saat. Pengamatan saya di Laut Marmara mengonfirmasi asumsi ini," kata Princek.***
Artikel Terkait
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan Serukan Persatuan dan Solidaritas Nasional Di Tengah Bencana Gempa Bumi
Ketua Baru Partai Konservatif Inggris Prediksi Kesulitan Partai Konservatif Hadapi Pemilu Nasional
Ratusan Traktor Petani Gula di Prancis Memasuki Paris untuk Protes Pelarangan Pestisida oleh Uni Eropa
Gereja Inggris akan Memberkati Pasangan Sesama Jenis Setelah Perkawinan Sipil