Dapatkah Pemangkasan Kalori Yang Masuk Memperlambat Laju Penuaan? Mungkin, Begini Menurut Penelitian

- Senin, 13 Februari 2023 | 20:40 WIB
 (master1305)
(master1305)

Djakarta Nexus - Bagi Anda yang sedang menimbang bagaimana cara berdiet tapi juga ragu apakah akan membuat usia anda jadi lebih tua daripada seharusnya, ada satu penelitian di Amerika yang sedang membuktikan bahwa dengan mengurangi asupan Kalori yang masuk malah dapat memperlambat lajut penuaan.

Columbia University Aging Center di New York, Amerika melakukan suatu penelitian dengan membatasi asupan Kalori yang masuk kepada orang dewasa sampai dengan 25%. Mereka menemukan bahwa orang dewasa yang sehat dan juga mengkonsumsi lebih sedikit Kalori daripada yang lainnya mungkin mengalami sedikit perlambatan dalam proses penuaan.

Dilansir Djakarta Nexus dari Foxnews.com dikatakan bahwa penelitian ini melibatkan 200 pria dan wanita dengan rentang waktu antara 21 sampai dengan 50 tahun.  Mereka sudah dipastikan sebelumnya bahwa memiliki berat badan normal atau sedikit kelebihan berat badan, yang diukur dengan menggunakan indeks massa tubuh (BMI).

Baca Juga: Batal Pidana Seumur Hidup, Ferdy Sambo Divonis Mati oleh Majelis Hakim

Dengan mengurangi asupan Kalori harian mereka sebesar 25%, para peserta yang memiliki kebutuhan untuk makan sekitar 2500 Kalori per hari akan dipangkas sebesar 625 Kalori, jadi hanya makan sekitar 1875 Kalori per hari. Disamping itu mereka juga menyiapkan kelompok kontrol yang tetap mengkonsumsi makanan biasa.

Setelah periode dua tahun, mereka membuat tes lanjutan yang memeriksa biomarker DNA dalam darah. Ditemukan bahwa para peserta yang memangkas kalorinya telah menunjukkan perlambatan 2-3 % dalam penuaan biologis mereka.

Dalam tes lainnya yang mereka buat, perlambatan tersebut adalah setara dengan peningkatan 10-15% dalam umur panjang - hampir seperti manfaat yang terlihat dalam mereka yang menghentikan penggunaan rokok dalam keseharian mereka, seperti yang diungkapkan dalam siaran pers dari Columbia.

Baca Juga: Di Tengah Bencana Gempa, Pemerintah Turki Adili 100 Orang Lebih yang Lalai dalam Membangun Gedung dan Rumah

Studi sebelumnya yang meneliti tentang cacing, lalat dan tikus juga mengaitkan pembatasan Kalori dengan umur yang lebih panjang, sebagaimana diungkapkan oleh seorang penulis senior Daniel Belsky, PhD, yang juga merupakan seorang ilmuwan dari Columbia's Butler Aging Center, dalam siaran persnya.

"Manusia hidup dalam waktu yang lama, jadi tidak praktis untuk mengikuti mereka sampai kita melihat perbedaan dalam hal penyakit yang berhubungan dengan penuaan atau kelangsungan hidup," kata Belsky.
"Sebagai gantinya, kami mengandalkan biomarker yang dikembangkan untuk mengukur kecepatan dan kemajuan penuaan biologis selama masa penelitian," katanya juga dalam siaran pers tersebut.

Baca Juga: Kuasai Saham Mayoritas SM Entertainment, Begini Perjalanan Sukses HYPE dari Perusahan Label Musik Kecil
Dengan didanai oleh U.S. National Institute on Aging, penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengukur dampak dari pembatasan Kalori yang berkepanjangan pada orang sehat tanpa obesitas. Adapun tes dilakukan di tiga pusat klinis yang berbeda di Amerika Serikat.

Calen Ryan, PhD, seorang ilmuwan peneliti di Columbia's Butler Aging Center yang turut menulis penelitian ini, mengakui bahwa meskipun tidak realistis bagi setiap orang untuk membatasi Kalori, temuan penelitian ini sangat signifikan.

"Mereka memberikan bukti dari uji coba acak bahwa memperlambat penuaan pada manusia mungkin dilakukan," katanya dalam siaran pers universitas.

"Mereka juga memberi kita gambaran tentang jenis efek yang mungkin kita cari dalam uji coba intervensi yang dapat menarik lebih banyak orang, seperti puasa berselang atau makan dengan waktu terbatas."


Adapun saat ini para peneliti masih berencana untuk melanjutkan tes lanjutan jangka panjang untuk melacak kesehatan dan kematian peserta.


Editor: Rika Saulina

Tags

Terkini

Terpopuler

X